Penggesekan ganda kartu berbahaya dan mengkhawatirkan,apa solusinya?

2019
05/25
02:23

永利皇宫游戏网站/ 国际/ Penggesekan ganda kartu berbahaya dan mengkhawatirkan,apa solusinya?

发布时间:2017年9月29日上午10:04
2017年10月3日下午5:52更新

Bank Indonesia melarang dilakukannya penggesekan ganda(double swipe)dalam transaksi nontunai dalam setiap transaksi dan kartu hanya boleh digesek sekali di mesin Electronic Data Capture(EDC)。 Foto oleh Muhammad Adimaja / Antara

Bank Indonesia melarang dilakukannya penggesekan ganda(double swipe)dalam transaksi nontunai dalam setiap transaksi dan kartu hanya boleh digesek sekali di mesin Electronic Data Capture(EDC)。 Foto oleh Muhammad Adimaja / Antara

雅加达,印度尼西亚 - Beberapa waktu lalu,masyarakat印度尼西亚dihebohkan dengan larangan penggesekan ganda( 双重刷卡 )kartu kredit dan debit oleh Bank Indonesia(BI)。 Penggesekan yang dimaksud adalah penggesekan kartu kredit dan debit pada dua tempat,yaitu mesin电子数据采集(EDC)dan mesin kasir。

Menurut peraturan BI,penggesekan seharusnya dilakukan hanya pada mesin EDC。 Sedangkan,数据pribadi pemilik kartu disebut-sebut dapat tercuri jika melakukan penggesekan di mesin kasir。 Hal ini pun meresahkan masyarakat。

Herlina Rosarya(50 tahun)misalnya。 Pengguna kartu kredit ini mengaku pernah mengalami penggesekan ganda saat bertransaksi。 Namun,ia tidak mengetahui adanya peluang pencurian数据。 Ia juga mengaku tidak pernah mendapat sosialisasi apapun tentang bahaya penggesekan ganda dari pihak bank。

Baginya,adanya peluang pencurian data ini memang cukup membahayakan。 Selain itu,jika tidak ditindaklanjuti lebih jauh,perkara ini justru akan mendorong kemunduran dalam bertransaksi。

“Padahal setiap orang di era ini sudah diarahkan untuk serba non-tunai。 Kalau enggak secepatnya dituntaskan,maka akan terjadi kemunduran,yaitu percaya cash keras,“kata Herlina kepada Rappler。

Antisipasi kejahatan

Menanggapi hal-hal seperti yang dialami Herlina,Kepala Departemen Komunikasi BI Agusman Zainal menyebutkan bahwa yang terjadi dengan penggesekan ganda adalah penyimpanan data,bukan pencurian。 Menurutnya,pencurian数据hanya dapat terjadi jika ada potensi dan peluang。

“Potensinya karena penyimpanan data yang ada di dalam kartu kredit dan debit itu yang prudent dan sangat berhati-hati itu hanya ada di industri perbankan,”kata Agusman。

“”Potensi dan peluang itu yang coba kita reduksi dengan mengatur di dalam aturan bahwa dilarang。 Dilarang itu artinya enggak boleh menyimpan数据。 Kecuali oleh pihak banknya sama yang menerbitkan mesin EDC,itu diperbolehkan。“

Sedangkan,pada pihak pedagang atau 零售商 sudah berada di bawah tanggung jawab Kementerian Perdagangan dan memang tidak melakukan fungsi pengawasan seperti yang dilakukan BI dan Otoritas Jasa Keuangan(OJK)。 Meski demikian,Agusman tidak menampik bahwa setiap 商人 mungkin melakukan fungsi pengawasannya masing-masing。

Pencurian数据juga kemudian bisa terjadi dengan adanya peluang。 Agusman menyebut,masyarakat印度尼西亚kerap kurang awas pada kartunya masing-masing。 Misalnya,dengan membiarkan pelayan restoran membawa pergi kartu kredit atau借记saat hendak membayar bill makan。 Padahal,sangat mungkin pencurian data dilakukan sepanjang kartu tersebut tidak berada di tangan sang pemilik。

Hal inilah yang digambarkannya sebagai kekurangawasan。 Sebab,jika dibandingkan,tutur Agusman,masyarakat luar negeri bahkan enggan memberikan kartunya kepada kasir dan melakukan penggesekan kartu ke mesin EDC secara mandiri。

Karenanya,untuk mengurangi potensi dan peluang tersebut,BI pun mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia No. 18/40 / PBI / 2016 Tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran。 Sebelumnya,BI juga telah mengeluarkan peraturan mengenai kegiatan pembayaran menggunakan kartu yang diatur dalam PBI No. 14/2 / PBI / 2012 tentang perubahan atas PBI No. 11/11 / PBI / 2009。

“Potensi dan peluang itu yang coba kita reduksi dengan mengatur di dalam aturan bahwa dilarang。 Dilarang itu artinya enggak boleh menyimpan数据。 Kecuali oleh pihak banknya sama yang menerbitkan mesin EDC,itu diperbolehkan,“ucapnya。

'双击'dibutuhkan?

Agusman juga menyatakan,penggesekan ganda pada mesin kasir terkadang memang dibutuhkan。 Salah satunya adalah untuk membuka laci kassa dan pencocokan数据。

“Kalau yang untuk membuka lacinya,itu harusnya memang tidak ada penyimpanan data。 Bahwa kartu yang digesek ini cocok dengan kartu di sini [yang digesek ke mesin EDC]。 Sudah,habis itu hapus,“tuturnya。

Selain itu,lanjutnya,penyimpanan data tetap boleh dilakukan jika hanya untuk program loyalitas konsumen。

“Yang disimpan biasanya hanya untuk 客户忠诚度计划 Mbak ini bulan ini sudah berapa kali belanja di sini。 Berapa banyak belanjanya,itu nanti dilihat dan dilakukan riset。 Berarti nanti kita harus mengiming-imingi dengan diskon ini biar nanti penjualan kita lebih meningkat lagi,“ujarnya。

Meski demikian,pihak yang ingin melakukan penyimpanan data ini harus lolos sertifikasi支付卡行业数据安全标准(PCI DSS),yaitu standar keamanan industri kartu yang diterapkan di lembaga internasional。 Jika tidak lolos,pihak tersebut dilarang untuk melakukan penyimpanan数据。

Pihak prinsipal seperti Visa dan Master pun berhak untuk melarang merchant yang tidak lolos sertifikasi untuk melakukan penyimpanan data。 Sebab,hal ini sendiri juga menyangkut pada reputasi kedua lembaga tersebut。

Upaya meningkatkan keamanan

Dalam setiap penggesekan kartu,ada data nasabah yang tercatat dalam magnetic strap seperti nomor kartu,nama lengkap, card verification value (CVV),masa berlaku dan tanggal kedaluwarsa,dan kode servis。

General Manajer Asosiasi Kartu Kredit Indonesia Steve Marta mengatakan,bila penggesekan dilakukan secara sembarangan dan tidak aman,bukan tidak mungkin bahwa informasi tersebut dapat dicuri dan digunakan untuk menggandakan kartu。

Menanggapi pengamanan penyalahgunaan penyimpanan data ini,BI juga telah melakukan pertemuan dengan asosiasi-asosiasi pedagang。 Pertemuan ini berujung pada kesepakatan untuk menghancurkan data-data nasabah yang selama ini sudah disimpan dan tidak lagi melakukan penggesekan ganda。

Menurut Agusman,hal ini sepertinya cukup berhasil,sebab pengaduan yang disampaikan masyarakat pun menurun。

Selain itu,BI juga tengah mengupayakan langkah peningkatan keamanan kartu berupa pemasangan chip Pemasangan 芯片 kini telah dilakukan pada sebagian besar kartu kredit,dan telah dalam pergerakan menjadikan seluruh kartu kredit menggunakn chip

Ke depannya,kartu借记juga diharapkan akan memakai 芯片 Hal ini ditargetkan selesai pada 2021。

Pemasangan chip ini adalah langkah penting bagi BI。 Sebab,数据nasabah yang disimpan dalam chip disusun menggunakan kode algoritma dan dienkripsi sehingga keamanannya lebih sulit untuk ditembus。

Langkah mandiri masyarakat

Selain upaya dari Bank Indonesia,masyarakat juga diharapkan dapat melakukan langkah mandiri untuk pengamanan diri。 Baik Agusman dan Steve menyampaikan hal yang serupa,yaitu meminta masyarakat untuk menolak apabila kartu kredit atau atau借记mereka akan digesek pada mesin kasir。

Selanjutnya,apabila kartu sudah terlanjur digesek pada mesin kasir,Agusman meminta masyarakat untuk tidak khawatir。

“Karena kan baru potensi。 Kalau enggak ada oknum,insya Allah aman,“kata Agusman mengingatkan。 Kalau tidak ada peluang,penyalahgunaan penyimpanan data tidak dapat dilakukan。

Terakhir,masyarakat dapat melapor ke pihak bank masing-masing,atau mengadu ke Bank Indonesia Contact Center(BICARA)131。Pengadu dapat menyebutkan nama pedagang dan bank pengelola yang tercatat di mesin EDC。 -Rappler.com

免责声明:本文来自永利皇宫游戏网站新闻客户端自媒体,不代表永利皇宫游戏网站的观点和立场。