Cerita Anies Baswedan ngobrol dengan Obama soal toleransi

2019
05/21
03:01

永利皇宫游戏网站/ 国际/ Cerita Anies Baswedan ngobrol dengan Obama soal toleransi

2017年7月2日上午10:51发布
更新时间:2017年7月2日上午10:51

BERTEMU。 Gubernur DKI terpilih Anies Baswedan mengenalkan putra-putrinya kepada Barack Obama di belakang panggung usai menyampaikan pidatonya pada Sabtu,1 Juli。摄影:蒂姆媒体Anies-Sandi

BERTEMU。 Gubernur DKI terpilih Anies Baswedan mengenalkan putra-putrinya kepada Barack Obama di belakang panggung usai menyampaikan pidatonya pada Sabtu,1 Juli。 摄影:蒂姆媒体Anies-Sandi

雅加达,印度尼西亚 - Gubernur DKI terpilih Anies Baswedan sempat berdiskusi di belakang panggung dengan Barack Obama usai dia menyampaikan pidato di The Hall Kota Kasablanka pada Sabtu,1 Juli。 Keduanya membahas topik pidato yang disampaikan oleh Presiden ke-44 Amerika Serikat itu selama kurang lebih 60 menit。

“Mereka berbicara santai。 奥巴马juga menanyakan tentang anak-anak Pak Anies,mengenai usia dan sekolahnya,“ujar juru bicara Anies-Sandi,Naufal Firman Yursak yang ikut mendampingi pertemuan itu。

Keempat putra-putri Anies yakni Mutiara Annisa,Mikail Azizi,Kaisar Hakam,dan Ismail Hakim memang ikut bersama Ayahnya menyaksikan pidato Obama pertama di kawasan Asia tersebut。 Bahkan,Kaisar tidak sungkan menyatakan bahwa dia sudah lama mengidolakan Obama。

Kaisar sudah membawa sebuah buku dari rumah agar bisa meminta tanda tangan mantan senator dari negara bagian Illionis itu。

“Kaisar meminta langsung dan dia senang karena Obama memberi tanda tangannya di depan Kaisar,”kata dia。

Dalam Konvensi Diaspora ke-4,mantan Menteri Pendidikan itu menjadi salah satu pembicara di sesi diskusi bertajuk Peran Diaspora Menyebarkan Toleransi dan Kerukunan Beragama di Pentas Dunia。 Dia duduk berdampingan bersama pembicara lainnya yakni Grand Imam of New York Shamsi Ali,Direktur Dialog Lintas Agama Vatikan Romo Markus Solo Kewuta dan aktor Indonesia Reza Rahadian。

Anies mengaku sangat antusias menyimak pidato Obama。 Duduk di deretan bangku paling depan,Anies terlihat sempat bertepuk tangan ketika Obama membahas beberapa hal seperti pluralitas dan ketimpangan yang masih terjadi di berbagai belahan dunia。

Rupanya,saat berada di belakang panggung,topik serupa kembali dibahas dengan Obama。

“Pak Anies mengomentari pidatonya,bahwa toleransi dan ketimpangan harus ditangani bersama。 Tidak bisa sendiri-sendiri,tanpa ada perbaikan pada kesetaraan serta kesempatan。 Apalagi melebarnya jurang ketimpangan akan membuat perdamaian dan persatuan jadi jauh lebih sulit tercapai,“tutur Naufal。

Dalam pandangan Anies,jika ketimpangan ini berhasil diatasi,maka upaya untuk membangun persatuan dalam kebhinnekaan dapat lebih cepat tercapai。

Pidato yang disampaikan oleh Obama juga terasa pas dengan suasana di Tanah Air。 Di mana rasa saling menghormati dan toleransi di antara sesama menurun drastis sebagai dari dampak penyelenggaraan Pilkada。

Walau membahayakan,tetapi isu agama masih kental digunakan agar bisa melaju sebagai pemenang dalam pertarungan kontes pesta demokrasi itu。 - Rappler.com

免责声明:本文来自永利皇宫游戏网站新闻客户端自媒体,不代表永利皇宫游戏网站的观点和立场。