Upaya menyetop kekerasan seksual dengan melibatkan laki-laki

2019
05/21
05:01

永利皇宫游戏网站/ 国际/ Upaya menyetop kekerasan seksual dengan melibatkan laki-laki

发布时间:2017年12月11日上午9:07
更新时间:2017年12月11日上午9:07

KEKERASAN SEKSUAL。 Peran kaum laki-laki dianggap penting dalam menghentikan tindak kekerasan seksual。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

KEKERASAN SEKSUAL。 Peran kaum laki-laki dianggap penting dalam menghentikan tindak kekerasan seksual。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

SEMARANG,Indonesia - Para aktivis perlindungan perempuan menghadiri diskusi bertajuk“Gerakan Bersama Mendorong Disahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual(PKS)”pada Jumat,8 Desember di Gedung Ki Narto Sabdo di kompleks Taman Budaya Raden Saleh(TBRS),三宝垄。 Namun,yang menarik terselip beberapa laki-laki yang serius mendengarkan pemaparan dalam diskusi tersebut。

Kehadiran mereka dalam diskusi yang diinisiasi oleh Pusat Pelayanan Terpadu(PPT)Seruni tersebut cukup menarik,lantaran panitia acara mengusung tema'Upaya Melibatkan Laki-Laki Dalam Gerakan Penghapusan Kekerasan Seksual'。 Arief Sihabudin merupakan salah satu peserta pria yang aktif mengikuti diskusi sampai rampung。

Pria yang akrab disapa Arief itu mengatakan tindak kekerasan seksual tidak hanya dialami oleh kaum perempuan saja。 Ia beralasan kaum pria pun juga sering mendapat perlakuan tidak menyenangkan ketika berada di ruang publik。

“Suatu hari saya kebetulan naik bus untuk berangkat kerja menuju kantor saya di Seruni,Jalan Dr. Sutomo.Ketika itu,tanpa diduga alat vital saya disentuh oleh penumpang yang berdiri di depan saya.Ini kejadian yang memalukan sehingga pelakunya langsung saya tegur,”ungkap Arief,sembari menceritakan ulang kronologis kejadian yang menimpa dirinya。

Akibat peristiwa itu,ia mengaku syok dan semakin berhati-hati ketika naik bus。 Belajar dari pengalaman tersebut,Arief kemudian mengingatkan keluarganya agar mewaspadai tindakan asusila yang sengaja dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab。

Ia mengaku jadi kapok naik transportasi umum lagi lantaran pernah dipermalukan di muka umum。

“Karena itulah,apa yang saya alami di dalam bus menjadi pelajaran berharga bagi semua orang.Pelecehan seksual tidak memandang jenis kelamin.Bahkan,baik pria maupun perempuan bisa menjadi korbannya.Hal-hal inilah yang harus kita lawan bersama,”tutur dia lagi。

Setop lecehkan perempuan

Sementara,menurut Nur Hasyim,pendiri Aliansi Laki-Laki Baru di Semarang,menilai peran laki-laki juga dibutuhkan untuk mereduksi aksi kekerasan seksual yang kerap terjadi saat ini。 Perbuatan itu bisa dimulai dari hal-hal sederhana,seperti berhenti menggunakan lelucon yang merendahkan atau melecehkan martabat seorang perempuan。 Namun,yang lebih penting lagi mengubah cara pandang terhadap sosok perempuan。

“Mulai sekarang,jangan lagi menganggap bahwa kita selalu dominan,superior dan berhentilah memperlakukan perempuan menjadi obyek seksual。” ujar pria yang juga menjadi pengajar Sosiologi FISIP UIN Walisongo tersebut ke Rappler。

Ia mendorong masyarakat agar memperlakukan perempuan dengan menjunjung tinggi nilai kesetaraan。 Yang lebih penting lagi,kata Nur,untuk tidak melakukan pelecehan seksual kepada perempuan。 Ia mengatakan pelecehan seksual yang dialami oleh perempuan merupakan pelanggaran terhadap hak mereka sebagai sesama manusia。

“Saya berharap RUU PKS(Penghapusan Kekerasan Seksual)segera disahkan demi mengubah paradigma hukum yang tengah berjalan saat ini.Sebab,saya melihat problem di peradilan kita sangat sulit untuk diubah karena aparatnya tidak mendukung secara maksimal saat mengusut kasus kekerasan seksual,”tutur dia。

Nur melihat banyak korban tindak kekerasan seksual yang merasa malu untuk melaporkan kasus yang mereka alami。

“Saya rasa RUU PKS menjadi alternatif bagi mereka untuk memberikan keadilan,”katanya。

Ia juga berpendapat bila idealnya proses hukum untuk menangani kasus kekerasan seksual seharusnya terdapat perlakuan khusus terhadap para korbannya。 Hal ini juga berlaku bagi laki-laki yang juga mendapat perlakuan serupa。

“Perempuan banyak yang menjadi korban,begitu pula laki-laki.Oleh sebab itu harus disamakan mekanisme hukumnya,”kata dia。

Lalu,ia pun menyarankan kepada publik agar mengubah pola pikirnya supaya kasus-kasus kekerasan seksual dapat ditekan。

Berharap pada RUU PKS

Sementara,di tempat yang sama,Komisioner Komnas Perempuan Sri Nurherawati,mengaku sangat optimistis RUU PKS dapat segera disahkan paling lambat 2018 mendatang。 Saat ini,pembahasan mengenai RUU PKS sudah masuk ke dalam Prolegnas dan menanti diketok palu。

“Karena semua persepsi sudah sependapat jika RUU PKS nantinya mengatur substansi hukum,termasuk proses pemulihan terhadap korban dan mempidana pelakunya,”kata dia。

Daya dukung pengesahan RUU PKS,kata Sri,sejauh ini sudah berjalan dengan baik。 Apalagi di Jawa Tengah,banyak aktivis yang gencar mendokumentasikan kasus kekerasan seksual di tengah masyarakat。

“Yang kita tahu,di Jawa Tengah,temuannya sangat tinggi.Maka yang harus diperbaiki adalah soal layanannya,harusnya berbasis bagi korban dan perbaikan akses hukumnya,”kata dia。

Ia meminta kepada pemerintah pusat untuk memperkuat pelibatan LSM yang selama ini fokus terhadap penanganan kasus tersebut。 LSM harus dioptimalkan dan difasilitasi negara。

Nur mengaku cukup lega karena dalam pembahasan RUU PKS,terdapat pasal-pasal yang diaktifkan kembali。 Saat ini,ia sudah mengembalikan 150 pasal。

“Kita kembalikan lagi pasal-pasal yang sempat dibuang pemerintah.Kita punya 150 pasal yang sudah diaktifkan lagi.Ke depan,akan kami kembalikan lebih banyak lagi.Makanya,lewat kampanye 16 hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan,kami optimistis,aturan itu akan disahkan di ruang legislasi,“kata dia。 - Rappler.com

免责声明:本文来自永利皇宫游戏网站新闻客户端自媒体,不代表永利皇宫游戏网站的观点和立场。