Polri berharap kasus penamparan di Bandara Sam Ratulangi bisa berujung damai

2019
05/21
03:01

永利皇宫游戏网站/ 国际/ Polri berharap kasus penamparan di Bandara Sam Ratulangi bisa berujung damai

2017年7月10日下午3点26分发布
2017年7月10日下午3:26更新

PANGGILAN PETUGAS。 Pelaku penamparan petugas keamanan penerbangan Joice Waraouw(tengah)berjalan saat memenuhi panggilan petugas Kepolisian di Mapolda Metro Jaya,Jakarta,Jumat,7 Juli。 Foto oleh Muhammad Adimaja / ANTARA

PANGGILAN PETUGAS。 Pelaku penamparan petugas keamanan penerbangan Joice Waraouw(tengah)berjalan saat memenuhi panggilan petugas Kepolisian di Mapolda Metro Jaya,Jakarta,Jumat,7 Juli。 Foto oleh Muhammad Adimaja / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Setelah sebelumnya terlihat semangat untuk memproses kasus penamparan petugas keamanan penerbangan udara(Avsec)di Bandara Sam Ratulangi,Mabes Polri kini justru berubah menjadi lunak。 Mereka berharap kisruh yang dimulai sikap kasar Joice Onsay Marawouw terhadap petugas Avsec Elisabeth Wehantouw bisa berakhir dengan damai。

“Ada rencana begitu,cuma(masih)cari waktu yang pas sambil melihat situasi yang ada di sana(Manado)。 Yang di sana kan masih marah dan belum bisa menerima,“ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto di Monas,Jakarta Pusat pada Senin,10 Juli。

Polri berharap kasus tersebut tidak berujung ke pengadilan karena Joice sudah meminta maaf dan menyesali perbuatannya yang menampar Elisabeth di depan umum。 Istri Brigjen Johan Sumampouw itu menyampaikan permintaan maaf usai diperiksa pada Jumat pekan lalu di Polda Metro Jaya。

Rasa penyesalan itu,menurut Rikwanto,sudah dirasakan sejak Joice bertolak dari Manado ke Jakarta。

“Mudah-mudahan seiring berjalannya waktu,bisa terwujud(perdamaian)。 Kalau bisa diselesaikan saja。 Itu kan tindak pidana ringan,“kata dia。

Kendati begitu,keputusan damai tetap berada di tangan korban。 Siapa pun,kata Rikwanto tidak bisa mengubah ujung perkara。

“Korban memegang peranan penting untuk menyelesaikan。 Tapi,kami harapkan bisa selesai,“katanya lagi。

Dalam pemeriksaan yang berlangsung pada pekan lalu,Joice mengaku kepada penyidik merasa galau。 Dia mengatakan tidak ada niat untuk menampar korban。

苏达memaafkan

Sementara,Elisabeth mengaku sudah memaafkan Joice dalam insiden yang terjadi pada Rabu pekan lalu。 Tetapi,tidak diketahui apakah itu bermakna kasusnya akan berujung damai atau tetap diproses kepolisian。

“Jika pelaku yang bersangkutan sudah meminta maaf secara tulus,tentu kami tidak keberatan meminta maaf dengan ikhlas,”kata dia di Bandara Sam Ratulangi pada Minggu,9 Juli。

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sengaja langsung mendatangi dan berkomunikasi dengan Elisabeth。 Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme(BNPT)itu memanfaatkan kunjungannya ke Manado untuk sekaligus memberi contoh kepada anak buahnya selama berada di bandara,termasuk saat diperiksa oleh petugas Avsec。

Tito memilih melepaskan jam tangan,ikat pinggang,dan benda lain yang dianggap perlu ketika melewati mesin pemeriksaan x-ray。

“Saya sebetulnya ingin memberikan contoh kepada jajaran polri dan keluarga bahwa kita harus ikut aturan。 Kenapa? Karena aturan ini diatur dalam UU tentang keselamatan penerbangan。 Kedua,untuk kepentingan diri kita sendiri,karena kalau sudah diperiksa,maka akan betul-betul clear masuk ke daerah steril。 Apalagi di seluruh dunia tengah ramai adanya serangan terorisme,“kata Tito kepada media pada Minggu kemarin。

Dia menjelaskan jika petugas Polri dengan Avsec sama-sama bertugas menjaga keamanan。 Namun,cakupan tugas Avsec terbatas untuk memastikan keamanan penerbangan。

Namun,jika kasus ini benar-benar berujung damai,maka akan memberikan preseden buruk kepada publik。 Jangan-jangan kasus tersebut bisa selesai secara kekeluargaan hanya karena Joice merupakan istri pejabat di kepolisian。 Hal itu memunculkan kekhawatiran peristiwa serupa dapat terulang di masa depan。 - Rappler.com

免责声明:本文来自永利皇宫游戏网站新闻客户端自媒体,不代表永利皇宫游戏网站的观点和立场。