Menkominfo Rudiantara kembali ancam akan tutup media sosial

2019
05/21
12:01

永利皇宫游戏网站/ 国际/ Menkominfo Rudiantara kembali ancam akan tutup media sosial

2017年7月14日下午8:24发布
2017年7月14日下午8:24更新

TUTUP MEDSOS? Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengancam akan menutup penyedia media sosial jika tidak bekerja sama dengan pemerintah untuk mencabut berbagai konten mengandung radikalisme。 Foto oleh Ursula Florene / Rappler

TUTUP MEDSOS? Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengancam akan menutup penyedia media sosial jika tidak bekerja sama dengan pemerintah untuk mencabut berbagai konten mengandung radikalisme。 Foto oleh Ursula Florene / Rappler

BANDUNG,印度尼西亚 - Menteri Komunikasi dan Informatika kembali mengancam akan menutup media sosial lantaran sulit diajak bekerja sama untuk membendung penyebaran konten radikalisme。 Bahkan,ketika diminta untuk mencabut artikel itu,penyedia media sosial justru memprotes pemerintah。

Menurut penyedia media sosial itu,pemerintah harus menempuh proses peradilan。 Prosedur serupa dilakukan ketika mereka beroperasi di Amerika Serikat。

“Berdasarkan数据Statistik kami pada 2016年hingga saat ini,permintaan-permintaan untuk mencabut akun-akun apakah itu medsos atau akun视频文件分享(berbagi视频),hanya dilakukan oleh 50 persen oleh penyedia platform internasional media sosial atau akun video sharing。 Ini benar-benar mengecewakan,“ujar Rudiantara usai Deklarasi Antiradikalisme di aula Graha Sanusi Hardjadinata pada Jumat,Juli 14。

Alhasil,pemerintah mengambil sikap tegas。 Bahkan,permintaan tersebut disertai dengan ancaman。

“Kalau tidak ada perbaikan,kami akan serius。 Pemerintah tidak punya niat untuk menutup platform ini di Indonesia,tapi kalau tidak ada perbaikan,kami akan sangat mempertimbangkan untuk menutup platform,“kata dia。

Rudiantara pun meminta maaf kepada pengguna media sosial jika nantinya pemerintah akan menempuh kebijakan tersebut。 Namun,mereka melakukan hal itu semata-mata demi menjaga stabilitas keamanan di Tanah Air。

Pria yang akrab disapa“Chief”itu mengatakan tidak serta merta akan menutup media sosial。 Tetapi,akan dijatuhi sanksi secara bertahap jika penyedia platform tidak mengindahkan permintaan yang diajukan oleh pemerintah。

Sanksi yang sudah disiapkan mulai dari menutup akses terhadap iklan hingga yang paling keras penutupan。

“Jadi kami bisa(menjatuhkan sanksi)bertahap。 Mungkin secara teknis,tidak langsung ditutup platform-nya。 Tapi mereka tidak bisa pasang iklan。 Pemerintah sudah pernah melakukan itu sebelumnya,“kata dia。

Secara logika,menurutnya,siapa pun yang ingin berbisnis tentu menginginkan stabilitas keamanan dan politik。 Sementara,permintaan Kemkominfo kepada penyedia media sosial semata-mata untuk menjaga kestabilan kondisi tersebut。

“Saya katakan(kepada mereka),Anda itu mau berbisnis di Indonesia atau mengacaukan Indonesia? Kalau mau mengacaukan,maka Anda akan berhadapan dengan saya dan teman-teman penegak hukum。 Tapi,kalau mau berbisnis maka lakukan(permintaan)itu,“kata Rudiantara secara tegas。

Ini bukan kali pertama Rudiantara melayangkan ancaman kepada penyedia media sosial。 Ketika ramai berseliweran berita hoax,Rudiantara juga melontarkan ancaman serupa。

Kali ini,Rudiantara mengatakan hal tersebut usai pembuat bom panci di kamar kontrakan di Buah Batu,AG,mengaku kepada polisi belajar membuat alat peledak itu dari akun berbagi video。 - Rappler.com

免责声明:本文来自永利皇宫游戏网站新闻客户端自媒体,不代表永利皇宫游戏网站的观点和立场。