Kasus penamparan petugas Avsec Bandara Sam Ratulangi berakhir damai

2019
05/21
14:01

永利皇宫游戏网站/ 国际/ Kasus penamparan petugas Avsec Bandara Sam Ratulangi berakhir damai

2017年7月17日下午1:18发布
2017年7月17日下午1:18更新

DAMAI。 Kasus penamparan terhadap petugas Avsec Bandara Sam Ratulangi akhirnya berakhir damai。 Pelapor pada akhir pekan lalu resmi mencabut laporannya di polsek bandara。 Ilustrasi oleh Rappler

DAMAI。 Kasus penamparan terhadap petugas Avsec Bandara Sam Ratulangi akhirnya berakhir damai。 Pelapor pada akhir pekan lalu resmi mencabut laporannya di polsek bandara。 Ilustrasi oleh Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Seperti yang telah diprediksi oleh banyak orang,kasus penganiayaan yang dilakukan Joice Onsay Marawouw terhadap petugas keamanan Bandara Sam Ratulangi,Manado akhirnya berakhir damai pada Jumat malam,14 Juli。 Perdamaian diikuti dengan pencabutan laporan Elisabeth Jenny Wehantow terhadap Joice di polsek bandara。

Bagi sebagian orang akhir dari kasus ini mengecewakan,karena proses hukum justru terhenti karena antara korban dengan pelaku telah tercapai kesepakatan damai。 Peristiwa ini justru memungkinkan insiden serupa terjadi di masa yang akan datang。

Perdamaian terjadi di Mapolres Manado usai dilangsungkan pertemuan sekitar 1,5 jam。 Pertemuan itu dimediasi oleh Polres Manado。 Keduanya tidak memberikan keterangan usai digelar pertemuan。 Tetapi,suasana kaku di antara keduanya tidak bisa ditutupi kendati sudah tercapai kesepakatan damai。

Bahkan,Jenny baru mau bersalaman dengan Joice usai diminta berkali-kali oleh wartawan。 Tanda-tanda kasus ini tidak akan tindak lanjut sudah terlihat ketika Mabes Polri berharap kasus tersebut bisa selesai dengan jalur damai。 Namun,ketika itu mereka masih belum mengetahui reaksi dari korban。 BACA : )

Ketika dikonfirmasi ke Kementerian Perhubungan,mereka tidak menampik sudah terjadi perdamaian。 Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub JA Barata mengatakan pihaknya tidak dapat berbuat banyak karena kasus yang dilaporkan oleh Jenny masuk ke dalam delik aduan。 Artinya,kalau dia memutuskan untuk mencabut laporan itu terhadap Joice maka Kemenhub menghormati langkah tersebut。

“Kalau yang mengadu ini sudah menyatakan untuk berdamai ya sudah,kami mau ngomong apa lagi,”ujar Barata ketika dikonfirmasi Rappler pada Sabtu sore,15 Juli。

Kendati,peristiwa serupa rentan terulang kembali,Barata mengatakan pihaknya tidak bisa ikut campur karena itu masuk ke dalam hukum privat。 Beberapa hari setelah peristiwa penamparan di Bandara Sam Ratulangi,insiden yang sama terjadi di Bandara Soekarno Hatta。

Peristiwa itu terjadi pada 7 Juli lalu。 Seorang dokter militer berinisial AG menampar petugas Avsec karena tidak terima dilakukan pemeriksaan badan。 Padahal,ketika melewati mesin detektor,lampunya menyala sehingga membutuhkan pemeriksaan lanjutan。 Peristiwa itu双关语juga berakhir damai。

Sebelumnya,melalui akun Twitter,Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendorong agar kasus itu diproses hingga ke jalur hukum。 Namun,pada kenyataannya apa yang disampaikan melaui media sosial berbeda dari faktanya。

“Ya,kan kalau(Pak Menteri)mendorong boleh saja。 Tetapi,keputusan akhir tetap ada di tangan si pelapor,“kata dia。

Untuk mencegah hal itu terjadi,Kemenhub berjanji akan memberikan perlindungan kepada semua petugasnya yang bertugas di lapangan。 Sementara,dalam kasus Jenny,Barata menilai tidak ada hal yang mendesak sehingga dia butuh untuk dilindungi。

“Selama ini perlindungan terhadap petugas Avsec tetap dil​​akukan。 Tetapi,sekali lagi kalau yang bersangkutan memberikan maafnya,mau bagaimana?“katanya。

Posisi petugas Avsec lemah

PANGGILAN。 Pelaku penamparan petugas keamanan penerbangan Joice Waraouw(tengah)berjalan saat memenuhi panggilan petugas Kepolisian di Mapolda Metro Jaya,Jakarta,Jumat,7 Juli。 Foto oleh Muhammad Adimaja / ANTARA

PANGGILAN。 Pelaku penamparan petugas keamanan penerbangan Joice Waraouw(tengah)berjalan saat memenuhi panggilan petugas Kepolisian di Mapolda Metro Jaya,Jakarta,Jumat,7 Juli。 Foto oleh Muhammad Adimaja / ANTARA

Sementara,menurut pengamat penerbangan Alvin Lie,ada kemungkinan berubahnya sikap Jenny,karena dia berada di posisi yang lemah。 Sementara,pelaku adalah istri seorang purnawirawan jenderal di Mabes Polri。

“Lagipula Menhub sedang menikmati hubungan baik dan kerja sama dengan Polri terkait pengamanan arus mudik dan balik。 Hampir semua petugas Avsec berstatus外包,sehingga posisi tawar mereka sangat lemah,“kata Alvin melalui pesan pendek pada Sabtu kemarin。

Pria yang juga duduk di organisasi Ombudsman itu menilai perdamaian yang dicapai antara pelaku dengan korban dapat menciptakan preseden buruk。 Mereka dapat menganggap semua permasalahan dapat selesai hanya dengan kata maaf。

“Di mata publik,kewibawaan Avsec sudah hancur。 Mereka membentak dan menampar petugas Avsec lalu setelah itu minta maaf。 Kemudian permasalahannya selesai,“kata dia。

Fakta serupa juga terjadi bagi para penumpang yang bercanda dengan mengatakan membawa bom。 Setelah diperiksa dan meminta maaf,lalu dilepas begitu saja。

“Sampai detik ini,tidak ada satu pun yang dipidanakan,”katanya lagi sambil mempertanyakan fungsi dari adanya UU Penerbangan。

Lalu,bagaimana pendapat kalian? Setuju kah jika kasus penamparan petugas Avsec berakhir damai? Tulis pendapat kalian di kolom bagian bawah。 - Rappler.com

免责声明:本文来自永利皇宫游戏网站新闻客户端自媒体,不代表永利皇宫游戏网站的观点和立场。