Nasib tragis nelayan yang terbakar di Pati

2019
05/21
04:01

永利皇宫游戏网站/ 国际/ Nasib tragis nelayan yang terbakar di Pati

2017年7月17日下午4:10发布
2017年7月17日下午4:10更新

Nelayan korban kapal terbakar kini tergolek lemah di RSUP Kariadi博士,三宝垄,Jawa Tengah,Senin(17/7)。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

Nelayan korban kapal terbakar kini tergolek lemah di RSUP Kariadi博士,三宝垄,Jawa Tengah,Senin(17/7)。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

SEMARANG,印度尼西亚 - Edi Siswanto hanya bisa tergolek lemah di Bangsal Rajawali II,RSUP Kariadi博士,三宝垄,Jawa Tengah,Senin pagi,2017年7月17日。

Dengan ditemani ibunya,Edi sapaan akrabnya,beberapa kali merintih menahan sakit saat terbaring di tempat tidur。 Sudah tiga hari terakhir ini Edi mendapat perawatan intensif di RSUP Kariadi博士。

Sekujur tubuhnya tampak menghitam setelah mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya。 Edi merupakan salah satu korban kapal yang terbakar di muara Sungai Kenongo,Utara Pulau Seprapat dekat Pelabuhan Juwana,Kabupaten Pati pada Sabtu kemarin。

Saat itu,terdapat sekitar 14 kapal nelayan pengangkut alat tangkap cantrang yang ludes dilalap api hanya dalam rentang waktu dua jam。 Pria yang tinggal di Desa Trimulyo Juwana tersebut saat kejadian sedang sibuk melakukan pengelasan di dalam kapalnya。

“Dia sudah jadi tulang lunggung keluarga.Di desa kami,semua orang bekerja jadi nelayan.Makanya ketika tahu dia menjadi salah satu korban kebakaran kapal,saya sedih sekali,”kata。

Jamiatun,ibunda Edi Siswanto saat ditemui Rappler di Bangsal Rajawali II。 Ia mengatakan kondisi anaknya saat ini mulai berangsur membaik。 Putra kesayangannya kini sedang mendapat terapi khusus untuk memulihkan luka bakar pada tubuhnya。

Ia berharap anaknya lekas sembuh supaya dapat menafkahi anggota keluarganya。 “Saya enggak nyangka dengan kejadian ini.Karena dia pamitnya mau memperbaiki kapalnya yang rusak.Kebanyakan nelayan Trimulyo memang libur sejak Lebaran dan baru beraktivitas pertengahan bulan ini,”jelasnya。

Jamiatun menyatakan selain anaknya,seorang tetangganya yang bernama Karbani juga jadi korban dalam peristiwa kebakaran kapal cantrang。 Walau begitu,Karbani,menurutnya harus diraw​​at di IGD sebelum dipindah ke HCU karena luka bakarnya mencapai 58 persen。

Sedangkan Rusdi,Pegawai Penanggungjawab Bangsal Rajawali Bedah Pria menyatakan masih memantau perkembangan kondisi dua nelayan cantrang yang diraw​​at di rumah sakitnya。

Ia bilang Edi Siswanto mengalami luka bakar 42 persen sehingga membuat kulit luar dan sel jaringan dalamnya melepuh。 Ia mengatakan butuh penanganan lebih lanjut untuk menyembuhkan luka pada pasien tersebut。

“Upaya penanganan yang kita lakukan dengan memberikan sejumlah terapi syaraf untuk mengurangi nyeri pada tubuh sambil rutin mengecek tekanan suhu tubuhnya.Sebab tubuhnya rawan terkena dehidrasi dan infeksi dalam tubuhnya,”ungkapnya。

Untuk saat ini,pihaknya sedang menunggu hasil observasi dari tim dokter bedah kulit untuk mengetahui apakah pasien perlu menjalani operasi kulit atau tidak。

“杨jelas proses pemulihannya tergantung pada luka bakar korban .Pasien saat ini mengalami luka bakar pada bagian wajah,tangan,dada sampai kedua kaki,”tuturnya。

Sedangkan Juru Bicara RSUP Kariadi博士,Parna memastikan kesehatan kedua nelayan cantrang tersebut kini sudah stabil。 Keduanya sudah sadar dan sedang didampingi kerabat keluarganya。

Ia menambahkan semua biaya perawatan kedua pasien telah ditanggung oleh layanan BPJS。 Pasalnya mereka termasuk golongan warga kurang mampu。

“Kami sementara ini memantau perkembangannya terlebih dahulu.Jika perkembangannya semakin membaik maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan operasi skala kecil untuk memulihkan kembali luka pada kulitnya yang mengalami luka bakar,”tandasnya。 -Rappler.com

免责声明:本文来自永利皇宫游戏网站新闻客户端自媒体,不代表永利皇宫游戏网站的观点和立场。