Gerilya Pansus Angket melemahkan KPK

2019
05/21
03:01

永利皇宫游戏网站/ 国际/ Gerilya Pansus Angket melemahkan KPK

发布时间:2017年7月18日上午9:10
更新时间:2017年7月18日上午9:10

Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunandjar seusai diperiksa di gedung KPK,Jakarta,Selasa(11/7)。 Foto oleh Hafidz Mubarak / ANTARA

Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunandjar seusai diperiksa di gedung KPK,Jakarta,Selasa(11/7)。 Foto oleh Hafidz Mubarak / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Panitia Khusus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)bentukan DPR meminta bertemu dengan Menteri PAN-RB Asman Abnur pada Senin,17 Juli 2017.Namun,yang bersangkutan tak berhasil ditemui,baik di kantornya maupun di gedung parlemen。

Awalnya,Pansus mengundang rapat Asman pada pukul 14:00 WIB,namun rapat tersebut ternyata batal。 Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunandjar pun menunda jadwal hari itu。 Adapun berita yang menyebutkan keduanya akan bertemu di kantor asman pada pukul 13:00 WIB juga tidak benar。

Sekretaris Menteri PAN-RB Dwi Wahyu Atmaji mengatakan Asman tengah menghadiri rapat Tim Penilai Akhir(TPA)dengan Presiden Joko“Jokowi”Widodo。 Penjelasan tersebut diterima Agun dan ia pun meminta Asman supaya hadir pada undangan berikutnya,tanpa memberikan tanggal pasti。

Dwi menjelaskan kehadiran Asman dalam rapat sidang TPA sudah berdasarkan instruksi Presiden Joko Widodo dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung。 Permintaan bertemu selanjutnya双关语akan kembali dikoordinasikan。

Pansus berencana untuk membikrakan masalah pegawai KPK,terutama penyidik。 Sebelumnya,Anggota Pansus Mohammad Misbakhun mengatakan ada 17 penyidik yang pengangkatannya menyalahi prosedur。

Poin yang dilanggar adalah Peraturan Pemerintah Nomor 63 tahun 2005 tentang Sistem Manajeen SDM KPK。 Pansus melihat pengangkatan penyidik yang merupakan pegawai tidak tetap menjadi tetap padahal merupakan anggota Kepolisian sebagai masalah。 Informasi ini tercatat dalam temuan Badan Pemeriksa Keuangan(BPK)tahun 2012 yang baru dirilis tahun ini。

Tak hanya KemenPAN-RB,sebelumya Pansus juga sudah menyambangi Kejaksaan Agung dan Mabes Polri guna membicarakan hal yang sama; lebih pada prosedur penuntutan tindak pidana korupsi saat pertemuan dengan Kejagung。 Namun,belum ada keluhan berarti dari dua lembaga tersebut terkait kinerja KPK selama ini。

Peneliti ICW Donal Fariz melihat manuver yang dilakukan Pansus KPK ini tidak terlalu berdampak。 “Serangan kepada KPK justru membuat KPK semakin kuat,”kata dia saat dihubungi Rappler。

Bahkan,di hari yang sama Ketua DPR Setya Novanto justru ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus megakorupsi KTP elektronik senilai Rp 2,3 triliun。 Donal kemudian mempertanyakan apalagi fungsi Pansus KPK ketika ketua DPR sendiri pun tersandung penyelewengan fulus。

“Dengan penetapan tersangka ini tidak ada alasan bagi pansus untuk terus melanjutkan kerjanya,”kata dia。

Sebelumnya sejumlah poltisi yang masuk dalam Pansus Angket KPK mengatakan jika pembentukkan Pansus tersebut bukan untuk menyandung kinerja atau melemahkan KPK。 - Rappler.com

免责声明:本文来自永利皇宫游戏网站新闻客户端自媒体,不代表永利皇宫游戏网站的观点和立场。